PUSAKA ABDIMAS
https://nusantara-research.com/index.php/pus-abdimas
<p>Jurnal PUSAKA ABDIMAS merupakan <strong>Jurnal Pusat Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat</strong> sebagai wadah untuk mempublikasikan hasil pengabdian kepada masyarakat secara kolaborasi dari para akademisi, praktisi dan lainnya yang bergerak di bidang multidisiplin yang berfokus pada ilmu pengetahuan, teknologi, agro-maritim, sosial-ekonomi, dan lingkungan. Jurnal PUSAKA ABDIMAS diterbitkan oleh Yayasan Serumpun Karang Konservasi, dikelola secara profesional oleh team Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Research. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.</p>Yayasan Serumpun Karang Konservasien-USPUSAKA ABDIMAS3089-1493<p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p> <p><span class="VIiyi" lang="en"><strong><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="0" data-number-of-phrases="5"><span class="Q4iAWc">Copyright Transfer Terms</span></span></strong></span></p> <ul> <li><span class="VIiyi" lang="en"><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="2" data-number-of-phrases="5"><span class="Q4iAWc">The author in submitting online understands that if the manuscript is accepted for publication, the copyright of the manuscript will be given to the <strong>PUSAKA ABDIMAS</strong> as the publisher of the journal.</span></span></span></li> <li><span class="VIiyi" lang="en"><span class="JLqJ4b ChMk0b" data-language-for-alternatives="en" data-language-to-translate-into="id" data-phrase-index="4" data-number-of-phrases="5"><span class="Q4iAWc">Copyright includes the exclusive right to reproduce and distribute articles in all forms of media, including reprints, photographs, microfilm and other similar reproductions, as well as their translations.</span></span></span></li> </ul>Pelatihan Transplantasi Karang Metode Spider bagi Lembaga Pemerhati Lingkungan dalam Rangka Meningkatkan Spirit Konservasi Terumbu Karang di Kota Jayapura
https://nusantara-research.com/index.php/pus-abdimas/article/view/39
<p>Perairan pantai utara Papua memiliki potensi kawasan terumbu karang, namun ironisnya pada beberapa tempat telah mengalami kerusakan sehingga perlu direhabilitasi dengan melakukan transplantasi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, dimana penyuluhan dilakukan dalam kelas dan praktek di lapangan dengan melibatkan mitra. Kemampuan mitra dalam melakukan transplantasi karang secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan selama 6 bulan mulai dari persiapan, sosialisasi dan transplantasi. Kegiatan ini akan melibatkan sebanyak 15 peserta yang berasal dari lembaga pemerhati lingkungan dan lembaga terkait seperti perwakilan Lantamal X, WWF ID, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Dinas Perikanan Kota Jayapura, Mollo Dive Community, Rumah Bakau, Octopus Diving Club, Pusat Studi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih. Materi pelatihan yang disampaikan sangat menarik karena 1) mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami; 2) sangat baik karena didisertai dengan gambar dan video-video yang menarik; 3) sangat bermanfaat karena sesuai dengan kondisi di lapangan; dan 4) cukup lengkap karena disajikan secara rinci. Selain itu, kegiatan ini kegiatan ini telah menjadi berita pada berbagai media seperti media cetak SKH Cenderawasih Pos, media online Tempo Witness dan Betahita.</p>Yunus Pajanjan PaulanganMaklon WarpurNatan BaransanoSudirman Adibrata
Copyright (c) 2025 PUSAKA ABDIMAS
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-012024-12-01505910.61548/pa.v1i2.39Pemberdayaan Masyarakat Desa Balunijuk Melalui Pembesaran Lele Organik dengan Teknologi Bioflok dan Budidaya Pepaya California dan Jambu Kristal
https://nusantara-research.com/index.php/pus-abdimas/article/view/40
<p>Desa Balunijuk, Kabupaten Bangka, memiliki potensi lokal untuk mendukung pengembangan sektor perikanan dan pertanian yang berkelanjutan. Program pemberdayaan masyarakat berbasis agromaritim diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui integrasi pembesaran lele organik dengan teknologi bioflok dan budidaya pepaya california serta jambu kristal. Metode yang digunakan meliputi persiapan infrastruktur, transfer pengetahuan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Berkah Mandiri, pelaksanaan budidaya, serta diseminasi dan monitoring. Kolam bioflok berdiameter 3 meter dilengkapi probiotik Probio_FmUBB untuk meningkatkan efisiensi pakan dan kualitas air, sementara lahan di sekitar kolam dimanfaatkan untuk budidaya tanaman. Hasil program menunjukkan tingkat kelangsungan hidup ikan lele yang tnggi dengan bobot panen rata-rata 200–300 gram per ekor dalam empat bulan. Limbah air kolam bioflok digunakan sebagai pupuk cair yang mendukung pertumbuhan tanaman. Penanaman pepaya California dan jambu kristal memberikan hasil ekonomi yang signifikan, meskipun terdapat tantangan seperti gangguan hama. Pendekatan integratif ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, meningkatkan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan.</p>La Ode WahidinSudirman AdibrataDenny Syaputra
Copyright (c) 2025 PUSAKA ABDIMAS
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-012024-12-01606610.61548/pa.v1i2.40Optimalisasi Desa Peduli Lingkungan, Perspektif Hukum dan Ekonomi Dalam Pembangunan Berkelanjutan
https://nusantara-research.com/index.php/pus-abdimas/article/view/41
<p>Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dalam membantu menyelesaikan masalah lokal. Program desa peduli lingkungan menjadi fokus utama, terutama dalam menjaga ekosistem melalui penanaman pohon mangrove dalam upaya mengatasi abrasi dan kerusakan akibat penambangan timah ilegal. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan metode pendidikan masyarakat dan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS). Edukasi melibatkan penyuluhan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan penerapan regulasi hukum yang relevan. Dari perspektif ekonomi, fokusnya adalah pada praktik berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan jangka panjang. Edukasi juga diberikan kepada UMKM keripik bawang, mencakup aspek legalitas, keamanan pangan, dan strategi bisnis yang ramah lingkungan dan serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjada kelestarian lingkungan pesisir agar dapat dijadikan objek wisata masyarakat dan dapat terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Baskara Bhakti Desa Baskara Bhakti Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah dapat lebih peduli dalam upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan kesadaran hukum, dan mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.</p>Eko RiyadiNadia Sri RezekiErsa AgustinaEko Rahmadoni GunawanAdi PriyonoDepati Khalil GibranM. Islahuddin Gahtan WicariskyRouli PandianganMuhammad Nurul Ihsan
Copyright (c) 2025 PUSAKA ABDIMAS
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-012024-12-01677310.61548/pa.v1i2.41Pemberdayaan Masyarakat Karang Taruna Melalui Pengembangan Sarana Informasi Digital Wisata Fotografi dan Media Sosial di Kawasan Wisata Desa Tapulaga Sulawesi Tenggara
https://nusantara-research.com/index.php/pus-abdimas/article/view/42
<p>Pariwisata menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Desa Tapulaga di Kabupaten Konawe, Kota Kendari Sulawesi Tenggara Indonesia, memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata. potensi wisata yang menarik, seperti wisata alam pantai Tapulaga menawarkan keindahan pasir putih dengan air laut biru jernih, air terjun Tapulaga yang berada di tengah hutan serta hutan lindung Tapulaga. Selain itu terdapat Wisata Budaya; yaitu rumah adat tradisional dan festival budaya; festival tahunan yang menampilkan tarian dan musik tradisional. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode pelatihan yang terdiri dari metode sosialisasi, tanya jawab (diskusi) dan praktek pembuatan media sosial. Berdasarkan pengamatan dan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemanfaatan media digital wisata melalui pemberdayaan masyarakat karang taruna Desa Tapulaga bekerja sama dengan Akademisi Prodi MSP FPIK Universitas Halu Oleo dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat media digital (Tiktok, FB Pro dan lainnya), pengetahuan tentang Lingkungan pesisir, pemanfaatan jejaring sosial dan pelestarian Lingkungan khususnya daerah wisata Tapulaga Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.</p>Hasan Eldin AdimuLatifa FekriHaliliAdi Imam WahyudiWa Ode Nanang Trisna DewiLa Ode Adiparman Rudia
Copyright (c) 2025 PUSAKA ABDIMAS
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-012024-12-01747910.61548/pa.v1i2.42Penerapan Pemeliharaan Rumput Laut Sistem Semi Intensif Dengan Menerapkan Teknologi Keramba Apung Dengan Jaring Hampar Desa Pulau Lemukutan
https://nusantara-research.com/index.php/pus-abdimas/article/view/45
<p>The number of seaweed cultivators on Lemukutan Island is increasing, this is because people who were previously fishermen are also interested in this business. There are more than 30 seaweed cultivators, the seaweed cultivation business is divided into several types of activities, namely seaweed maintenance, seaweed drying, seaweed processing and seaweed processing sellers. The seaweed cultivated is Eucheuma Cottonii with a production of around 30 tons/year. The results of seaweed production, seaweed drying and seaweed marketing have not been optimally carried out by the cultivator group because the problem is that the harvest results from seaweed cultivation are less than optimal due to the presence of pests in the form of turtles and rabbitfish which will cause the amount of seaweed production obtained. The solution offered to overcome this problem is training on the implementation of a semi-intensive system of seaweed maintenance using floating cage technology with overlay nets.</p>Fitra Wira HadinataPutri Delilah AwaliyahOxy RamadhaniNabila MaulidiaAdi Imam WahyudiHasan Eldin AdimuNikanor Hersal Armos
Copyright (c) 2024 PUSAKA ABDIMAS
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-202024-12-20808410.61548/pa.v1i2.45Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi "Manajemen Keuangan Usaha Madu Teran Honey in East Belitung Integration of Conservation Enterprises Community (ICONIC) Belitung Timur”
https://nusantara-research.com/index.php/pus-abdimas/article/view/43
<p>Pengembangan usaha madu di Belitung Timur berpotensi tinggi berkat kekayaan alam hutan yang mendukung keberlangsungan habitat lebah Trigona penghasil madu tanpa sengat, atau madu teran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen keuangan bagi penggiat madu teran agar mereka dapat mengelola arus kas, merencanakan keuangan, serta meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan. Berdasarkan analisis lapangan, para penggiat menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan yang sebagian besar masih dilakukan secara tradisional dan kurang tertata, terutama dalam pencatatan pendapatan dan pengeluaran, sehingga sulit menentukan keuntungan bersih usaha. Pelatihan manajemen keuangan yang diselenggarakan dalam program ini mengajarkan konsep dasar pencatatan keuangan, analisis laba rugi, dan perencanaan anggaran yang diharapkan dapat membantu peternak madu dalam membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Rencana tindak lanjut yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pendampingan intensif perlu dilakukan guna mendukung para peternak dalam menerapkan manajemen keuangan yang efektif. Melalui sinergi triple helix antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri, diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) madu teran, serta memperkuat jaringan pemasaran untuk memperluas jangkauan produk hingga pasar nasional. Diharapkan dengan keterampilan manajemen keuangan yang lebih baik, produk madu teran Belitung Timur dapat bersaing secara kompetitif dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.</p>Fournita AgustinaEvaheldaNyayu Siti KhodijahAhmad SumarwanDemsi ApriadiAnnawawiHasbullahSandiSyafarudin
Copyright (c) 2024 PUSAKA ABDIMAS
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2024-12-302024-12-30859210.61548/pa.v1i2.43